Sambut Calon Mujahid dari Ostrali

Beberapa hari yang lalu, pas saya lagi tiduran yang akhirnya jadi bener-bener tidur pagi di “kantor” tiba-tiba dibangunkan kawan saya. Bangun-bangun, eh tuh ada tamu dari Ostrali, bule. Halah paling wartawan lagi seperti biasanya, kawanku jawab bukan ini ada bocah bule tolong ente ajakin dia main sama ngomong2, kujawab: males ah pagi-pagi gini disuruh ngurusin bocah emange ane bebisiter. Setelah tidur lagi satu jam baru anak itu tak temui.

Ceritanya begini, Ustad Abu itu kan punya banyak kawan dari luarnegri, apalagi Ostrali, jaman dulu sebelum beliau dipenjara, dakwahnya lintas negara salah satunya ya negara Ostrali Baca lebih lanjut »

JI di Mata Indonesianis Kultural

Narakushutdown say : ini adalah salah satu buku yang isinya ngawur dalam segala isinya dan ditulis seorang akademisi……. what a freak!!!
Greg Barton mengurai sebuah obyek pengamatan tanpa membiarkan sang obyek berbicara atas nama dirinya.

Indonesia’s Struggle Pengarang: Greg Barton, November 2004 Penerbit: UNSW Press, Australia Tebal: 118 halaman

Greg Barton selama ini dikenal sebagai indonesianis asal Australia yang dekat dengan NU. Bahkan ia dikenal sangat dekat pada mantan Ketua PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kedekatan itu telah membuahkan sejumlah karya penting dari Barton, yang menjadi pustaka bagi siapa pun yang hendak mencermati perkembangan NU di Indonesia. Bisa dikatakan, Barton adalah salah satu indonesianis yang punya apresiasi mendalam terhadap NU selama ini.

Namun ketertarikan Greg Barton rupanya mengalami perluasan ketika usai peristiwa peledakan bom Bali 12 Oktober 2002. Baca lebih lanjut »

Menjenguk Abu Dujana

Tadi pagi saya sama kawan-kawan berangkat ke LP Sragen karena seminggu yang lalu saya dengar kabar bahwa Abu Dujana dan kawan-kawan lainnya dari LP Cipinang dipindah ke LP Sragen.

Berangkat jam 10 pagi kami naik mobil panter saudara kami Abu Balqis. Eits, sebelumnya beli oleh-oleh dulu abon sama beberapa roti habis itu lanjuuut. Masya Alloh panas sekali hawanya selama perjalanan satu jam itu. Baca lebih lanjut »

wawancara dengan Imam Samudra (bag 2)

Berapa lama di Afganistan?

Intensifnya berpindah-pindah. Saya berada di sana selama tiga tahun.

Lalu mengapa sekarang berjuang dengan aksi teror bom?

(Sebutan teror bom) itu propaganda orang kafir. Mereka paling tahu cara membungkam Islam. Memang, dalam perang seperti itu, selalu ada propaganda melemahkan lawan. Kita sampai menyebut hal itu teroris karena ayat dalam Al-Quran yang berbunyi â€sampai mereka merasa takut†diterjemahkan Al-Quran versi Inggris oleh Yusuf Ali sebagai to terrorized, bukan to be afraid. Siapa yang harus dibuat takut? Tak lain musuh Allah, musuh Islam.

Tampaknya Anda sangat terpengaruh dengan konflik di Afganistan dan juga mungkin di Palestina. Apakah Anda akan berhenti kalau konflik itu selesai?

Saya menjawab ini dengan mengutip firman Allah Swt., â€Dan perangilah mereka sampai tak ada fitnah.†Hanya ada satu jalan, yaitu jihad. Ada tafsir dari Ibnu Katsir soal fitnah itu. Pertama, kemusyrikan. Kedua, tidak menegakkan hukum Allah. Jadi, untuk mengeliminasi fitnah itu, hanya ada satu cara, dengan jihad. Bukan lewat pemilihan umum, bukan dengan demokrasi. Itu konsep Barat dan yang sekarang menjadi dien atau agama baru. Lalu banyak umat Islam sekarang yang pengecut. Mereka menyembunyikan hadis sahih. Dalam satu hadis yang diriwayatkan Bukhari-Muslim disebutkan, â€Aku diutus oleh Allah menjelang hari kiamat dengan membawa pedang.†Itu hadis sahih.

Seandainya persoalan umat Islam lebih mendapat perhatian, apakah akan terus menjalankan jihad?
Bukan soal perhatian atau simpati. Kami hanya menjalankan kewajiban syar’i, kewajiban syariat, hanya dengan satu jalan: jihad fisabilillah.
Tapi aksi teror bom itu kan tidak populer?
Ya, memang seperti itu. Saya beri contoh, ada satu pendakwah Islam yang sangat populer sekarang dan disukai oleh semua agama. Saya tertawa. Itu something wrong. Coba kita lihat Muhammad sebelum mendapatkan kenabiannya. Semua orang suka kepadanya dan dia dijuluki â€Al-Aminâ€. Dari kaum Quraisy sampai Yahudi pun suka dengan dia. Tapi, begitu risalah kenabian datang, namanya berubah menjadi â€Al-Majnunâ€. Dibilang orang gila, dibilang tukang sihir, memecah belah persatuan. Jadi, memang seperti itu. Pasti dicela dan dimaki. Seperti firman Allah Swt., â€Dia mengutus kamu Muhammad dengan hidayah, untuk dimenangkan, walaupun orang kafir membenci.†Jadi, kebencian itu adalah satu konstanta. Jadi, kalau tak dibenci orang kafir, ya, artinya belum sampai ke tahap itu.
Ganjaran aksi terorisme adalah hukuman mati….
Hukuman mati tak akan menyelesaikan persoalan. Ini cuma setitik debu bagi para mujahid yang masih berjuang di luar. Saya jamin, persoalannya tak akan selesai. Demi Allah, tak akan selesai.
Anda sama sekali tak takut ancaman mati itu?
Alhamdulillah, Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan di hati saya.

habis lebaran taun kemaren

Amanat Imam Asy Syahid SM.Kartosuwiryo

Sekedar sebagai pengingat bagi generasi Mujahid dan penerus risalah Jihad ini narakushutdown tuliskan lagi amanat Imam SM Kartosuwiryo, menjelang pelaksanaan eksekusi Syahid September 1962 (oleh tentara kafir dan munafiqin khoiro republik indonesia yang mengkhianati perjuangan SM Kartosuwiryo). Amanat ini ditujukan pada penerus dan keluarganya. Saat itu amanat itu dibacakan oleh puteranya (sekarang alhamdulillah masih hidup) Dodo Muhammad Darda bin SM Kartosuwiryo (Uwak Darda), disaksikan eks Panglima DI/TII masa itu, Aceng Kurnia.

Amanat itu berbunyi:

“Kami percaya dan yakin, bahwa Saudara-saudara sekalian pastilah akan mentaati perintah harian ini dengan ikhlas dan ridho, demi keselamatan Jami’atul Mujahidin seluruhnya, demi keselamatan Negara Islam Indonesia, dan demi kemuliaan Islam semata.” “Teruskan perjuangan sesuai dengan kondisi dan situasi”

Kalo antum semua belum begitu jelas dengan maksud amanat diatas mungkin antum semua harus membaca sejarah perjuangan beliau. Secara mudahnya baca saja di buku “Jejak Jihad SM Kartosuwiryo” tulisan Irfan S Awwas atau buku lama “Siliwangi dari Masa ke Masa,1979″

Ibrah Dan Pelajaran Dari Isi Pernyataan Mukhlas

الحمد لله وحده أما بعد

1. GRASI
Kalau saya mohon grasi, akan terjatuh pada 4 dosa, dan kesalahan:

  1. Syirik (Menyekutukan Allah), Sebab Presiden negara sekuler yang mengikut sistem (agama) demokrasi telah merampas hak otoritas dan kedaulatan Allah dalam mencipta dan menentukan hukum, maka kalau saya mohon grasi kepadanya dalam kasus jihad seperti yang saya lakukan berarti saya mengakui ketuhanannya.
  2. Haram, karena setiap syirik hukumnya haram dilakukan, bahkan termasuk haram dan dosa yang paling besar.
  3. Dalam kehinaan, saya seoarang mujahid dipihak yang benar karena membela agama Allah dan membela kaum muslimin, sedang presiden dalam hal ini bukan di pihak yang benar dan bukan di pihak Allah, tapi di pihak Taghut (Syetan) , jadi kalau saya memohon kepada pihak yang tidak benar, maka perbuatan saya tersebut lebih tidak benar lagi dan merupakan kehinaan.
  4. Membantu kedzaliman, hukum yang dipakai untuk menyelidiki kasus saya (jihad) adalah hukum taghut yang bertentangan dengan Al quran dan As sunnah (hukum Allah) bahkan yang lebih lucu lagi bertentangan dengan hukum positif taghut yang sedang berlaku di negeri ini. Maka kalau saya mohon grasi berarti telah setuju dengan praktek hukum yang salah itu dan bermakna telah membantu kedzaliman yang wajib ditentang dan akan menjadi catatan hitam dalam sejarah.


2. EKSEKUSI
Tanggapan saya tentang rencana Eksekusi:

  1. Mati syahid adalah cita-citaku, idamanku, dan dambaanku, jadi kalau Allah mentakdirkan diri saya dibunuh oleh orang-orang kafir termasuk orang-orang munafik dan orang-orang murtad dengan cara eksekusi karena saya berjihad di jalan Allah berarti cita-citaku yang paling tinggi tercapai, Alhamdulillah.
  2. Saya sebagai seorang muslim yang berakidah salaf, dan komitmen dengan syari’at Allah, haram atas saya menyetujui eksekusi sebab eksekusi atau membunuh seorang muslim apalagi seorang mujahid dengan sengaja dan direncanakan tanpa kebenaran dari Allah adalah perbuatan kriminal dan dosa yang besar sekali, seluruh yang terlibat mendapatkan kemurkaan dan kutukan Allah, dan dimasukkan di dalam neraka jahannam selamanya (QS. An Nisa’ 4:93) dan untuk hukum di dunia, seluruh yang terlibat wajib diqishos, darah dengan darah, jiwa dengan jiwa.
والله الموÙÙ‚ والحمد لله رب العالمين

Nusakambangan, Sya’ban 1429 H.

Hamba Allah

Mukhlas@alighufron bin Nur Hasyim

“surat aslinya”